Home Cerita Bokep Cerita Sex Dewasa Ditinggal Om Berlayar, Aku Nikmati Tubuh Tanteku Yang Seksi

Cerita Sex Dewasa Ditinggal Om Berlayar, Aku Nikmati Tubuh Tanteku Yang Seksi

717
0
SHARE
Cerita Sex Dewasa

Saya memang sudah lama berencana untuk jalan-jalan ke kampung halaman. Cerita ini bermula dari liburan kuliah saya ini. Tidak terasa pesawat yang saya tumpangi sudah mendarat di bandara. Saya bingung, ke mana kamu pergi? Saya belum lama di sini. Tiba-tiba seseorang menepuk punggungku.

“Hei, sudah lama tidak bertemu yah?”
Saya bingung, siapa bibi ini.
“Masih ingat tidak sama bibimu ini”? dia berkata.
Saya hanya menggelengkan kepala. “Aku bibi Linda,” katanya.

Ooo..iya aku segera mengingatkan adik kakakku. Dialah yang menjemputku. Singkatnya saya berada di rumahnya. Setelah makan siang, dia mengundang saya untuk mengobrol di ruang tamu. Saya bertanya kepadanya, bagaimana sich tenang ?? Dia berkata, ini adalah situasi setiap hari. Om boy masih berlayar, sepupuku yang merupakan satu-satunya gadis yang diajarnya.

Ketika bibi saya ingin mengambil gelas minumannya, saya tidak sengaja melihat bagian tengah dadanya yang hanya dibungkus dengan kaos ketat dan tipis (ngaa ‘gunakan BH !!). “Adikku” segera neraka, nich nich bahaya kalau ketahuan, pikirku. Ketika saya berdiri, saya berkata saya ingin beristirahat. Dia berkata:

“Tolong, karena aku ingin beristirahat juga.”

Sesampainya di kamar, perasaan saya jadi tidak terlupakan, karena saya masih ingat bibi putih Linda tadi. Saya segera mengunci pintu ruangan, lalu beronani ria sambil membayangkan wajah bibi Linda yang sedikit mirip dengan milik Krisdayanti. Oo benar-benar baik “croott..croot..crot ..” Saya sudah keluar rupanya. Saya harus menemukan cara untuk merasakan dada putih tadi. Kalau dipikir-pikir itu, aku tertidur.

Saya terkejut dan bangun karena tiba-tiba saya merasa kedinginan. Wow itu gelap, di mana hujan lagi. Saya menutup jendela kamar saya, lalu saya keluar. Rumah ini diam dan sunyi. Saya pergi ke dapur, hanya menemukan bahwa Ijah sedang mencuci piring. Saya bertanya kepadanya,

“Di mana Ibu Bi?”.

Bi ijah menjawab bahwa bibiku sudah tidur setelah makan dan sepupu saya tinggal di rumah seorang teman. “Aku seorang dech kamar”, pikirku. Ketika menuju ke kamar, saya tidak sengaja melewati kamar bibi. Pintunya tertutup. Mengingat dada putih sore itu, saya bersemangat melihat, bagaimana sich bibi Linda saat tidur. Perlahan-lahan mengintip melalui lubang kunci. Tapi benar-benar gelap. Rupanya lampu di kamar sudah padam.

Semakin penasaran aku berhasil. Saya mencoba menarik kenop pintu, ahaa .. itu tidak terkunci. Sambil melihat kiri dan kanan, saya pergi ke kamar bibi. Peluang saya pikir. Ada tante lembut tante di tempat tidurnya. Perlahan aku merayap ke tempat tidurnya. Kimono tente Linda terkena sedikit ke atas, sehingga memamerkan pahanya yang putih mulus.

Penis saya segera bereaksi. Perlahan lemparkan pahaku, saat aku menurunkan celana pendekku. Bibi Linda tidak bergeming sama sekali, dia tertidur lelap sekali sehingga membuatku lebih berani. Batang penisku semakin besar. Tanganku naik ke atas, menyentuh kulit bukit bibi Linda.

Bibi menghela nafas, aku akan menarik tanganku. Ketakutan tertangkap. Tanganku kembali ke paha dan sekitarnya. Sambil menggoyangkan penisku, aku mencari lubang vagina untuk bibiku Linda. Terasa hangat di tanganku. Rupanya bibi Linda tidak memakai CD saat tidur. Perlahan-lahan saya membuka tali kimono yang ada di pinggangnya.

Ada tubuh putih bibiku dengan dada 36B (aku benci). Aku berbaring di samping bibinya. Tiba-tiba bibi itu bergeser ke arah saya, membuat saya lebih asing. Saat saya menusukkan jari saya ke dalam vagina, saya perlahan-lahan beristirahat di bibi saya, Linda.

Tapi satu tangan saya saya gunakan sebagai dukungan saya. Perlahan-lahan aku mendorong penisku ke vaginanya yang sudah basah. Tapi masuknya sangat sulit. Dan tiba-tiba dia mengerang. Saya menahan napas. Rupanya dia tidak sadar apa yang akan terjadi padanya. Dengan memastikan target yang tepat, tangan saya digunakan sebagai dukungan saya. Aku mencolek vaginanya, penisku tenggelam.

Saya sedang menunggu reaksi bibi. Tidak ada (mungkin dia memimpikan seks dengan Om Boy). Dengan dorongan kuat, aku memasukkan penisku ke dalam rongga vagina bibinya sampai benar-benar pingsan. Bibi Tercekik Linda shock.

“Apa yang sedang kamu lakukan ??” dia berkata.
“Penisku ingin merasakan vagina bibiku,” kataku.

Bibi terus memberontak. Tapi berapa kekuatan tubuh wanita tinggi 165 yang beratnya sekitar 55, terhadap saya yang bertinggi badan 180 cm. Sambil terus melempar penisku keras-keras, terdengar suara squeal dan desahan tante Linda yang sudah mulai menikmati besarnya penisku. Ketika saya hendak keluar, saya berhenti bergoyang. Rupanya dia marah.

Dia berkata, “Jika Anda tidak ingin melaporkan Anda kepada ayah Anda, terus goyangkan penis Anda”.

Saya tersenyum dan berbalik bibi. Aku mengangkat kimononya dan berkata, aku ingin bibi rakun. Tante Linda terkejut, tetapi pantatnya tidak pernah masuk ke penisnya. Saya juga dipaksa dengan tusukan keras dan berteriak histeris bibi, kutusuk keledai dengan segenap kekuatan saya.

Terasa sumpek dan licin karena darah bibi Linda rupanya. Tidak lama setelah saya menarik air saya ke bibi. Malam itu saya melakukannya berulang kali, saya benar-benar membuat seorang bibi lelah sampai hampir pingsan. Kami melakukannya saat berada di sana.

Sampai sekarang saya masih memikirkan perbuatan saya kepada tante saya, Linda, dan saya ingin selalu melakukannya lagi bersama-sama jika saya melihatnya lagi nanti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here