Home Cerita Bokep Cerita Sex Dewasa Hilangnya Perjakaku Dengan Pacarku Yang Perawan

Cerita Sex Dewasa Hilangnya Perjakaku Dengan Pacarku Yang Perawan

1842
0
SHARE
Cerita Sex Dewasa

Kali ini bercerita tentang hubungan seks hilangnya perjaka dan perawan pasangan SMA bernama Agung dan Adel. Mau tahu kelanjutan ceritanya, tulis aja dan baca dengan baik bacalah ceritanya hari ini.

Anggap saja namaku adalah Agung (nama samaran), saya akan menceritakan pengalaman saya yang mungkin saya ceritakan dengan bahasa sederhana (pahami sharing cerita baru pertama di web dewasa), hhe. Okey, jadi begini. Kisah Seks saya dimulai saat saya di SMA. Saat itu saya masih anak baru yang besar ingin mau mendekati teman sekolah saya.

Wanita yang saya dekati itu masih biasa-biasa saja jika teman sekolah saya bilang, nah namanya yang mana yang suka ingin mengatakan apa untuknya dia wanita paling cantik di dunia, hhe … kain kecil. Maaf sebelum maniaks cerita seks, dalam cerita ini saya tidak bisa menjelaskan sebanyak mungkin tentang wanita yang saya dekati ini namanya Adel.

Adel ini adalah gadis Abg yang biasa-biasa saja, begitu pula bentuk tubuhnya, payudara dan pantatnya. Kembali ke setiap orang, cantik itu relatif, kalau kita suka ya kita merasa dia cantik, kalau kita tidak suka secantik wanita mana pun ya untuk kita dia biasa-biasa saja, hehe … benarkah bukan pembacanya. Seperti yang saya katakan sebelumnya Adel memiliki tubuh biasa, dan wajah yang layak (saya pikir).

Ketika datang ke payudara dan bokong Adel memiliki ukuran yang pas-pasan. Tapi meski Adel memang normal, tapi Adel berkulit putih dan memiliki wajah yang menggemaskan, saya sangat suka deh. Selama saya masih dalam rangka mengobati, saya mengerti bahwa Adel tidak pernah tahu dan mengerti tentang seks, dia tetap saja tidak bersalah terhadap para pembaca.

Singkat cerita beberapa orang tidak mendekati Adel, akhirnya saya bisa mendapatkannya dan sekarang status saya bersamanya berkencan, hhe. Nah dari sininlah awal kegembiraan cerita seks saya. Karena dia telah resmi menjadi pacar saya, saya mulai mengajar Adel untuk mengetahui dan melakukan hal-hal yang berbau seks. Awalnya sih sangat sulit, tapi dengan trik hebat saya diapun akhirnya mau.

Pada hari itu, saya sudah menyusun rencana sehingga saya bisa melakukan hal-hal buruk dengan pacar saya Adel. Pada hari itu saya memasang muka yang marah kepada Adel, setiap Adel mengundang saya untuk berbicara pada saat itu saya diam saja dan pura-pura bersikap murung. Dengan itu, Adel menanggapiku,

“Kenapa kamu sayang, kog dari saat aku ngomongin kamu diem aja, dan kamu sudah cemberut aja, kamu kenapa sih ??,” katanya penasaran ke saya.

Inilah saat saya melakukan trik busuk saya,

“Auk ah, aku benar-benar ketelame bersamamu, karena kamu di temen temen-temen yang sama, dia bilang aku memasak cowok bukan laki-laki,” aku berpura-pura marah.

“Lah, kog bisa jadi karena aku Yank, apa yang salah, hhu,” tanyanya penuh rasa ingin tahu.

“Iyalah jelas ini karena kamu, kamu tahu saya tidak ada di temen temen-temen yang sama mengatakan bahwa saya tidak jantan karena saya tidak pernah melakukan apapun dengan Anda, itu dipermalukan,” saya mulai memancing Adel,

Pada saat itu Adel tidak menjawab dan berhenti sejenak. Saya tidak berpikir setelah sore hari, jalan saya adalah teman yang sukses. Anda tahu Adel di sore hari dia menelepon saya, saya tidak berpikir dia sedang berbicara di telepon bahwa dia ingin ML bersamaku di malam hari di rumahnya. Wow gila bukan tuh, patut dicoba pembaca saya begini, hhe. Terus. Saat itu dia mengatakan kepada saya bahwa saya harus pergi ke rumahnya pukul 00.00 WIB.

Aku tahu apa maksud Adel untuk memberitahu saya ke rumahnya pada saat itu, karena pada saat itu seluruh keluarganya di rumahnya akan tertidur lelap dan akan aman tanpa hambatan. Segera saya dihadapkan pada rasa sukacita dan kebingungan, saya bingung dengan bagaimana mengeluarkan saya dari saat itu dan saya senang bahwa Adel akhirnya memberi saya keinginan untuk berhubungan seks.

Tapi pada akhirnya aku akan sangat ingin melarikan diri dari rumah dengan melompat pelan dari jendela kamarku dan menuju rumah Adel. Singkat cerita saya sampai dengan sebuah motor yang disambut dengan seorag Adel yang sedang menunggu di depan rumahnya dengan gaun malam yang sangat tipis dan hampir transparan. Kita masuk secara diam-diam ketika sampai di sana, rumah Adel begitu besar dan megah.

Dengan hati-hati, Adel dan aku melompat keluar dari jendela kamarnya. Setibanya di kamarnya kami langsung menghangat. Saat itu kami mulai dengan saya membuka baju kami. Setelah kami berdua telanjang setengah dadaku juga langsung meremas dadanya, dengan penuh nafsu saat aku melucuti piyama tipisnya dan tak lupa aku melepaskan tali bra nya.

Setelah membuka tali Bra I-mulai melepas bra milik Adel yang menyela tanganku saat meremas payudaranya. Awalnya kupikir payudara Adel kecil, tapi setelah sekarang aku melihatnya langsung, Wow … cukup besar teman. Aku begitu sangat bernafsu melihat payudara Adel yang padat dan kencang. Nafsuku semakin membara dan membuatku ingin meremas dan mengulum payudara Adel.

Saya memiliki nafsu makan yang berat, maka saya-segera dilucuti celana dengan celana minimnya. Pada saat itulah Adel tiba-tiba agresif dan menelanjangi celana dan celana dalamnya. Tanpa komando Adel-mulai meraih kedewasaan dan membimbing pria saya ke dalam mulutnya,

“Oughhh … Ssssshhh … enak sayang sayang … Aghhhhhh … terus seperti itu sayang … Aghhh …,” aku menghela napas.

Sungguh saat itu aku tidak mengira Adel bisa melakukan hal seperti itu. Sungguh menyenangkan bagi Adel menggoreng kedewasaanku. Selama beberapa menit ia meraih laki-lakiku dengan kelincahannya. Namun, saat tiba-tiba tiba-tiba Adel menghentikan kulumanya dan,

“Maaf, Anda membawa kondom,” katanya mengejutkan saya.

Pada saat itu saya tidak menjawab pertanyaannya, sebenarnya saya sengaja tidak membawanya. Tanpa membuang waktu lagi, saya segera mendorongnya untuk jatuh ke tempat tidurnya dan saya pun langsung menciumi bibirnya yang lezat dan merah. Kami yang sama-sama bergairah, Adel-lalu menanggapi ciumanku dengan mengadu lidah dengan liar.

Ditengah pergumulan yang bernafsu, kami saling bercumbu dan air liur menjadi satu. Tangan kanan saya perlahan-lahan menyentuh leher Adel dan tangan kiri saya meremas payudara Adel. Sedikit demi sedikit saya melakukan itu. Setelah sekitar 5 menit jari saya diputar di area feminin Adel, saya merasa tangan saya mulai dibasahi oleh lendir dari vagina Adel.

Setelah puas kita melakukan pemanasan, maka kita mulai melakukan yang lebih panas. Sekarang saya mulai menggigit puting kanannya dan kiri saya meremas dengan tangan saya yang sesekali menarik putingnya yang keras. Lidahku saat itu keren untuk dimainkan, jangan lupa aku menyedot payudaranya yang lentur dan mulai keras karena rangsanganku,

“Ughhh … Sssss … Aghhh … Oughhh …. Terus bilang … aghhhh …,” desahnya.

Mendengar desahnnya, saat itu saya semakin gila dan saya melakukannya semakin kencang dan mulut saya mulai turun ke bawah melalui perut dan sampai ke temponya yang basah dengan air yang terus mengalir dari dalam vaginanya dan dia tetap nag tapi dia ingin melanjutkan karena kesenangan itu mungkin. Setelah beberapa menit aku menyuruhnya mengangkat penisku lagi.

Saat itu saya juga tidak sabar untuk menikmati keperawanannya dan dia langsung mengisap tanpa ragu. Pada saat itu kulumannya yang kuat membuatku nikmat dan geli yang luar biasa. Setelah beberapa menit berlalu aku mengusap vaginanya dan dia merintih samar-samar karena masih dengan posisi dia menendang penisku. Karena saya ingin menikmatinya segera saya menempatkan Penis saya ke dalam Vaginanya, tapi agak sulit karena masih sempit.

Setelah bersusah payah, akhirnya penisku berhasil menembus selaput darah Adel dan dengan dorongan lembut Adel menjerit kesakitan bercampur nikmat.

“Aow ……. Sakit sayang, Aghhhhhhhh …………,” teriaknya pelan.

Setelah penis saya tertanam di lubang hubungan seksual Adel, saya-sekarang mulai mendorong penis saya kembali. Tapi di tengah-tengah hubungan seks kami, aku melihat Adel kesakitan.

“Aghhhhhhh….hh…. Sakit sayang, pelan-pelan” kata Adel.

Mendengar kata-kata Adel seperti itu saya-mulai memperlambat permainan seks saya. Tapi itu hanya bertahan untuk sementara waktu, saya tidak tahan lagi, saya lagi mempercepat genjotan penis saya ke dalam hubungan intim Adel,

“Ouhggg … baik sayang … rasanya aku pingin kencing sayang … aghhh …. sssssshhhh ….,” katanya.

Saya sudah tahu dari film porno, Adel saat itu tidak ingin buang air kecil, tapi pada saat itu dia akan klimaks. Melihat Adel seperti itu saya mempercepat pergerakan pria saya ke dalam lubang senggamanya,

“Iya sangat sayang, Aghhh … Lezat … Oughhh …,” dia menarik napas lebih banyak lagi.

Pada akhirnya ia mengambil cairan di penis saya yang terasa hangat itu hebat dan tahu bagaimana memuaskan saya dan setelah itu saya berubah posisi menjadi saya menikamnya dari belakang saat ini masuknya mudah dan perisai arena robek sehingga tidak ada lagi. menghalangi pedangku dan dia yang mengendarai mobil ke belakang tubuhnya dan aku mengikuti ritme itu.

Beberapa menit kemudian dia berkedip dan kembali pada Climax pada waktu itu aku ingin keluar dan tapi aku takut dia hamil dan aku juga tidak ingin sok yang diambil oleh seorang gadis yang aku dekati hanya untuk kesenangan.

Saya menariknya keluar saat saya membalikkannya. Saya bermaksud mengeluarkannya di mulutnya tapi belum mengeluarkan air liurnya dari air mani tepat di kepalanya dan saya menyuruhnya mencobanya dan dia meminumnya dan berkata,

“Oohh enak rasanya apa cairan ini? Kencing ya ?,” tanyanya polos.

“Bukan cinta, ini adalah air kenikmatan pria alias sperma,” kataku.

Saya juga mengatakan kepadanya bahwa itu adalah air mani Saya pikir gadis ini sebenarnya tidak pernah melihat film porno tapi dia bisa melakukan gerakan dari tempat yang tidak mungkin. Tapi aku masih belum puas aku memasukkan penisku lagi ke dalam mulutnya dan dia tanpa perintah dia melakukannya sendiri. Setelah bosan aku kembali memasukkan penisku ke vaginanya.

Pada saat itu dengan telapak kakinya di lantai, saya memasukkannya dari atas dan setelah beberapa saat dia mencapai klimaks sambil terus-menerus memekik, saya ingin keluar dan saya langsung menyuruhnya untuk mengisap lagi cairan di mulutnya yang menggairahkan setelah bahwa kami lemas dan kami tertidur dengan penisku masih di mulut Adel.

Singkat cerita, saya-terbangun Adel pagi-pagi sekali tepatnya fajar. Saat itu saya terbangun untuk pulang dengan cepat sebelum tertangkap oleh orang-orang di rumah. Aku akan buru-buru memakai pakaianku lagi dan sebelum aku pergi aku mencium mulutnya dan pulang ke rumah. Saat aku sampai di rumah, aku tertidur. Pada hari itu karena saya lelah saya tidak pergi ke sekolah dan begitu pula Adel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here